
Lihat lah, ta ada yang istemewa dari tokoh sponge bob diatas, sama dengan tokoh kartun lainnya. Sponge bob yang hadir dengan kekuningannya di antara dunia anak-anak saat ini dirasakan memang sebuah hal yang dilematis.
satu sisi, anak-anak membutuhkan sebuah inovasi hiburan yang baru, satu sisi tentu membawa dampak pada gaya hidup mereka.
Lihat saja, ketika menjelang masuk sekolah tiba, beberapa Mall dan supermarket menyediakan pernak-pernik dan kebutuhan sekolah bergambar sponge bob. Anak anak adalah jiwa yang sangat mudah terpukau dan ingin memiliki, walhasil, adalah wajar jika spongebob yang telah menjadi idola pun di rasakan mampu mendongkrak gengsi (jika boleh disebut begitu) atau sebagai identitas tersendiri dalam diri mereka.
Mereka bangga memilikinya, mereka senang dan gembira menggendong tas bergambar sponge bob, pensil, tempat makanan, tempat air minum, kaus kaki, sampul buku. semuanya bernuansa spongebob. Meski kebutuhan sekolah mereka masih ada yang bisa dipakai, namun demi memiliki spongebob dalam berbagai bentuk dan rupa mereka mau menukarnya.
Hidup hemat pangkal kaya sudah tak lagi terdengar dikalangan anak-anak sekarang.
Hidup rajin pangkal pandai juga sudah tiada terdengar lagi di celoteh mereka yang riang.
Dunia semakin berubah, dengan kemodernannya, dan ketika tak seorang pun dan tak ada apapun yang mampu meredamnya, maka sikap hedonistik pun ternyata mulai terbangun di jiwa anak-anak sejak dini.
Mari membudayakan peringatan dini terhadap tayangan televisi yang mampu merebut perhatian anak bangsa dari hal-hal baik kepada hal yang tampak baik namun ternyata meracuni pikiran mereka.
Selamat memasuki dunia sulit mendidik anak.
komentar khusus dari Bu Endah nirarita: JPL
tulisan dan pengamatan yang menarik dari liana......
itu bukan soal nasionalisme atau apaan tapi soal psikologi.....bagaimana kita bisa tahu apa yang membuat karakter spongebob atau doraemon atau komik jepang begitu membius anak? (dan ortunya juga... maksudnya aku...) dan berdasarkan hal itu membuat karakter yang ingin "dijual" menjadi menarik. Waktunya untuk menarik semakin banyak orang dan berbagai ketrampilan untuk mendukung konservasi atau PLH.
