Posts archive for: May, 2006
  • Rumah kita

    12 Mei 2006 02.35 WIB

    Siang itu,

    Aku berada pada sebuah beranda yang terbuat dari kayu
    Duduk diatas sebuah kursi goyang yang terbuat dari rotan
    Aku menggunakan sebuah gaun santai berwarna biru muda
    Dengan renda di setiap pinggirannya
    Dengan kerudung putih yang menutupi sebagian rambutku
    Dan secangkir kopi panas diatas meja

    Di pangkuanku terdapat kertas dan potlot
    Dan ditanganku terdapat sebuah buku 500 halaman yang kulitnya sudah usang
    Begitupun lembar didalamnya yang telah menguning
    Sambil duduk dan membaca aku menggoyangkan kursi dengan perlahan

    Siang itu, meskipun terik aku tak berniat meninggalkan beranda
    Seperti juga hari lainnya, dikala hujan, meskipun deras dan berangin
    Aku tidak hendak meningalkan kursi ku
    Kenapa?

    Karena dihadapanku tersaji indah sekelompok wajah-wajah nan ceria
    Wajah – wajah yang jujur seirama dengan kata hati
    Dimana tawa ketika bahagia
    Dan sedih ketika duka
    Begitu juga bengal ketika bercanda

    Aku tak ingin meninggalkan mereka meski sehari saja
    Aku tak berkeinginan mengganti mereka dengan sepiring lezat hidangan makan malam
    Dan aku tiada hendak menggoreskan raut kecewa pada wajah yang lugu itu

    Aku dan mereka lebih memilih tetap tinggal di beranda hingga malam menjemput
    Kami akan tetap membaca dan bercerita, belajar dengan riang dan senang
    Dan kami tidak akan pernah berhenti bersepeda setiap pagi
    Bahkan kami tidak akan mengganti kebiasaan bermain layang-layang
    dimalam hari dengan permen
    Tidak, kami tak ingin mendengar perdebatan tentang dunia

    Biarkanlah, biarkanlah setiap hal berjalan menurut takdirnya sendiri
    Biarkanlah, Biarkanlah setiap hal berjalan menurut kehendakNya
    Namun kami tetap akan selalu memohon agar beranda kami tetap disini
    Agar cerita kami selalu lahir disini
    Agar celoteh dan tawa kami tetap ada di sini.
    Disini, tetap disini
    Di Rumah Baca Liana Indonesia

  • pendidikan hmmmmmm...... melelahkan

    Pendidikan, menurut Departemen Pendidikan Nasional RI adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak manusia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat dan negara.

    Dari kutipan diatas, terlihat jelas bahwa pendidikan memiliki peranan penting dalam upaya mengembangkan potensi positif dalam setiap diri manusia Indonesia. Upaya tersebut hendaknya dan idealnya dilakukan secara sadar dan terencana. Sadar artinya setiap individu yang bermaksud menyampaikan suatu pengetahuan harus memiliki visi dan misi yang positif, dalam kerangka pikir yang positif, tidak sedang atau memiliki sebuah maksud tertentu yang bertujuan mendiskreditkan lembaga lain, orang lain dan lingkungannya.

    Lantas, apa yang dimaksud dengan terencana itu? Sangat penting bagi seorang pendidik yang hendak memberikan pengetahuan harus melalui tahap-tahap pemahaman tentang apa yang akan diajarkan, apa yang harus dipersiapkan, bagaimana strategi mendidik, apa metode yang akan dipakai, dan bagaimana mengelola waktu yang baik, bagaimana mengelola kelas, hingga pada satu proses yang sangat penting dimiliki oleh pendidik yang lebih mendalam adalah, bagaimana seorang pendidik menghargai keberadaan peserta didik sebagai manusia yang berhak memperoleh pengetahuan, bagaimana pendidik memperlakukan peserta didik dengan kesadaran hati dan nurani, menunjukkan empati, simpati, kasih sayang, bermoral, beretika, dengan nilai-nilai budaya dan norma-norma yang sepatutnya diteladani oleh peserta didik.

    Mengapa dalam memberikan pengetahuan harus secara sadar dan terencana? Lebih dari hanya sekedar memperolah nilai dan angka dalam sebuah pelajaran, ada sesuatu yang sangat mendalam dan sangat bermakna dari tujuan setiap pembelajaran. Sebagai contoh, Seorang peserta didik tidak hanya dijadikan mengerti dan mengetahui butir-butir pancasila saja, keberhasilan pengetahuan itu tidak hanya di ukur melalui nilai pelajaran Pendidikan Kenegaraan dengan angka 9 atau 10 atau dengan hurup B atau A. Ada nilai-nilai luhur yang sangat penting dari tujuan pelajaran tersebut, yaitu apa wujud kecintaan seorang pelajar terhadap negaranya, apa wujud konkrit seorang guru mencintai generasi bangsa, apa wujud seorang pelajar terhadap sejarah perjuangan bangsa, bukan hanya mereka tahu bahwa Tuanku Imam Bonjol adalah Pahlawan Nasional yang berjuang membela tanah air dengan gigih, tapi juga memahami dan berkeinginan memiliki etos kerja seperti imam bonjol, memiliki kesabaran sekaligus kegigihan, dan nilai-nilai luhur lainnya. Itulah nilai penting yang sangat berharga untuk ditanamkan dalam jiwa peserta didik, dan nilai-nilai luhur itulah yang akan menuntun ia untuk hidup dan mengamalkannya sepanjang hayatnya.

    Mengapa setiap orang harus memiliki nilai-nilai luhur itu? Jawaban ini pasti setiap orang memiliki anggapan yang relative sama. Namun arti penting yang tersimpan dibalik itu semua adalah bahwa setiap orang Indonesia merasa sangat terpuruk dengan peristiwa penjajahan pada masa lampau. Keinginan dan keharusan memiliki nilai-nilai budi luhur, tanggungjawab, berkepribadian pancasila dan mampu bekerja dengan baik merupakan harapan setiap orang Indonesia, hal ini jelas bahwa bangsa Indonesia ingin merdeka secara lahir dan bathin, terbebas dari belenggu kebodohan dan belenggu kemalasan. Lantas bagaimanakah itu dapat diwujudkan? Jawaban itu dapat kita temui dengan jelas dalam kerangka sistematis pendidikan yang ada di Negara kita.

    Namun pada kesempatan kali ini, kita belum sampai akan menyentuh kerangka sistematis pendidikan yang ada di Indonesia. Yang menjadi opini kita pada kali ini adalah apa dan bagaimana caranya agar pendidikan itu dapat dinikmati oleh siapapun di negri ini.
    Berdasarkan UU 1945, Disebutkan bahwa “ setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak bagi kehidupan”. Apakah yang dimaksud dengan pendidikan yang layak itu? Lantas apakah sertiap warga Negara yang dimaksud itu adalah seluruh warga Negara atau ada ketentuan khusus yang dibatasi oleh tingkat ekonomi, status social dan sebagainya, warga Negara Indonesia yang mana yang dimaksudkan itu?
    Mengapa pertanyaan diatas timbul? Ini didasari fakta yang nyata, kenapa anak-anak yang usia sekolah pada saat jam sekolah masih mengamen dijalan, masih menjual Koran dijalan, masih meminta-minta di lampu merah dan masih menyemir sepatu dipelataran kios dan petak toko di pasar?

    Oh… mungkin ini disebabkan oleh ketidakterbiayanya orang tua terhadap sekolah anak. Jika begitu apa yang bisa menjadi jaminan bagi penghidupan yang layak untuk anak-anak yang disebut diatas? Apakah dia akan pula menikmati nilai-nilai luhur dari kehidupan yang diajarkan di bangku sekolah -sekolah dari kerasnya kehidupan dijalanan? Jika tidak apakah yang dapat dilakukan untuk memperkecil peluang-peluang kebodohan dan kebutabermaknaan anak terhadap nilai luhur bagi kehidupannya kelak?

    Dalam pemikiran yang sederhana apakah anak-anak yang belum memperoleh haknya untuk mengenyam pendidikan itu kelak akan juga menngenyam pendidikan? Lantas kapankah itu?
    Persoalan ini jika diamati dengan cermat maka kita akan dihadapkan pada persoalan-persoalan yang dengan kekompleksitasanya malah tidak akan melahirkan solusi yang baik. Persoalan karena tingkat ekonomi masyarakat mempengaruhi tingkat anak putus sekolah, persoalan ketidakstabilan ekonomi Negara mempengaruhi daya beli dan kesejahteraan masyarakat, persoalan hubungan krusial antara pendidikan dan ekonomi keluarga prasejahtera mempengaruhi tingkat dan motivasi orang tua dalam menyekolahkan anaknya, Pengaruh ketidak stabilan ekonomi mempengaruhi harga barang dan persepsi masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Kemudian persoalan Hubungan sarana dan prasarana pendidikan mempengaruhi daya tampung peserta didik, persoalan hubungan tingkat kesejahteraan guru dengan kualitas kerjanya dan implikasinya bagi mutu belajar siswa, dan sebagainya-dan sebagainya. Belum lagi pada tatanan pembuat kebijakan terlihat saling menunggu bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak bagi penghidupannnya itu adalah tugas nya dinas pendidikan, dari dinas pendidikan mengganggap itu tugasnya dinas social, dari dinas social menganggap itu tugasnya DPRD, dan sebagainya dan sebagainya, dari hal ini juga kia sesungguhnya dapat melihat dengan jelas kelemahan-kelemahan pola berfikir berkaitan dengan fungsi dan tanggungjawab masing-masing instansi. Ada juga yang mengambil sikap, nantilah… nanti juga akan ada NGO lokal atau international yang akan membantu, lha… kalau seperti ini terus bukan tidak mungkin anak seusia kelas 5 yang putus sekolah karena tidak ada biaya dan berjualan koran di simpang lampu merah itu sudah keburu jadi preman lampu merah. Hal ini bukan tidak mungkin terjadi, meskipun peluang untuk menjadi lebih baik ada, namun tetap saja secara alamiah lingkungan akan sangat menentukan arah perjalanan setiap orang.

    Pada beberapa media, baik itu media cetak maupun elektronik, acapkali bahkan pendapat-pendapat mengenai ketidakberjalanan “bahwa setiap warga Negara berhak memperoleh pendidikan yang layak bagi kehidupan” itu berseliweran menggemaskan di mana-mana. Namun terlihat ada sesuatu yang hilang dari kebermaknaan “ayat” iu sendiri, terlihat jelas saat ini pendapat, ide, wejangan, dan sebagainya terfokus pada struktur, pengelolaan, organisasi, kebijakan dan serupanya dan serupanya. Hal penting yang sama sekali jarang disentuh malah objek pendidikan itu sendiri. Siapa objek itu? Warga Negara yang dilindungi haknya oleh UU itu!, jika diibaratkan pada tatanan sebuah kalimat yang terdiri dari S P O K maka yang saat ini terjadi adalah membahas S atau “yang melakukan” bukan pada “O” yang “seharusnya” menerima perlakuan. Katakanlah seorang anak yag putus sekolah karena tidak ada biaya itu bernama Ariel. Yang menjadi bahasan secara umum adalah Mengapa ariel putus sekolah? Sekolahnya Dulu dimana? Kamu anak siapa? Bapakmu kerja dimana? Apakah kepala sekolah kamu tidak memberikan beasiswa? Kenapa guru kamu tidak memberikan keringanan? Dari hal ini terlihat jelas bahwa si penanya ingin mengetahui Kenapa ariel bisa putus sekolah hanya karena tidak bisa bayar SPP, mengapa kepala sekolah dan guru ariel tidak memberikan kebijaksanaan yang baik?.

    Bersambung......

  • Aku Harimau Sumatera

    Aku Harimau Sumatera

    Peserta Rumah Baca Liana Indonesia, pada minggu pertama Mei, menerima Sumbangan Buku, dari WWF salah satunya (dari 4 Seri) berjudul Aku Harimau Sumatera.

    Buku tersebut telah dipelajari pada :

    Hari/Tanggal : Jum'at/12 Mei 2006
    Waktu : 19.30 WIB-20.30 WIB
    Tempat : Ruang Belajar Alqur'an MAsjid Nurul Hidayah
    Peserta : Siswa Sekolah Dasar Kelas 4-6
    Educator : Sylvie Iriyani Saleh
    Kegiatan : Membaca, menyimak, berdiskusi
    Temukan kosakata In English, Guess What.

    Tujuan Pembelajaran : Setelah membaca, menyimak dan berdiskusi, diharapkan peserta dapat : menjabarkan rupa harimau Sumatera, Tempat Tinggal HArimau, Fungsi Hutan Bagi HArimau Sumatera, Makanan Harimau Sumatera dan mengetahui mengapa Harimau Sumatera Harus dilindungi. Peserta juga diharapkan menemukan kosakata-kosakata baru yang bisa diucapkan dengan baik dengan bahasa Inggris.

    Suasana Belajar malam itu, agak ribut, karena salah seorang peserta membawa serta adiknya yang baru berusia 3 Tahun. Sehingga ada beberapa buku jadi berpindah tangan, aksi saling rebut buku dan teriakan kesal anak-anak cukup membuat konsntrasi terpecah, namun akhirnya celotehan dan teriakan tersebut dapat dikendalikan setelah film Wild dari NAtional Gografic ditayangkan sejenak.

    Semoga secuil kegiatan malam itu dapat melekat diingatan peserta.

    Sylvie Iriyani Saleh
    Rumah Baca Liana Indonesia
    Jl. Swadaya No. 2834 RT 48 Pakjo
    Palembang 30153
    Sumatera Selatan
    Private Email : sylvioleth@telkom.net

    =============================================
    =============================================
    Jika anda membaca tulisan ini, maka kami membutuhkan uluran tangan anda, sumbangakan Buku dan Poster bertopik Lingkungan Hidup, satwa dan Sumberdaya alam lainnya sebagai bahan belajar anak-anak di Liana Indonesia. TErimakasih kepada Anda yang sudah berpartisipasi dalam membantu memberikan ide, bahan bacaan dan sebagainya sebagai bahan Belajar di Rumah BAca Liana-Indonesia.
    =============================================
    =============================================

  • Pendidikan Lingkungan Hidup

    Perkembangan Pendidikan Lingkungan Hidup di tingkat Internasional

    Pada tahun 1975, sebuah lokakarya internasional tentang pendidikan lingkungan hidup diadakan di Beograd, Jugoslavia. Pada pertemuan tersebut dihasilkan pernyataan antar negara peserta mengenai pendidikan lingkungan hidup yang dikenal sebagai “The Belgrade Charter – a Global Framework for Environmental Education”.

    Secara ringkas tujuan pendidikan lingkungan hidup yang dirumuskan dalam Belgrade Charter tersebut di atas adalah sebagai berikut:
    a.Meningkatkan kesadaran dan perhatian terhadap keterkaitan di bidang ekonomi, sosial, politik serta ekologi, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.

    b.Memberi kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, sikap/perilaku, motivasi dan komitmen, yang diperlukan untuk bekerja secara individu dan kolektif untuk menyelesaikan masalah lingkungan saat ini dan mencegah munculnya masalah baru.

    c.Menciptakan satu kesatuan pola tingkah laku baru bagi individu, kelompok-kelompok dan masyarakat terhadap lingkungan hidup.

    2. Perkembangan Pendidikan Lingkungan Hidup di tingkat Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)

    Program pengembangan pendidikan lingkungan bukan merupakan hal yang baru di lingkup ASEAN. Negara-negara anggota ASEAN telah mengembangkan program dan kegiatan sejak konferensi internasional pendidikan lingkungan hidup pertama di Belgrade tahun 1975. Sejak dikeluarkannya ASEAN Environmental Education Action Plan (AEEAP) 2000-2005, masing-masing negara anggota ASEAN perlu memiliki kerangka kerja untuk pengembangan dan pelaksanaan pendidikan lingkungan. Indonesia sebagai negara anggota ASEAN turut aktif dalam merancang dan melaksanakan AEEAP 2000-2005 yang pada intinya merupakan tonggak sejarah yang penting dalam upaya kerja sama regional antar sesama negara anggota ASEAN dalam turut meningkatkan pelaksanaan pendidikan lingkungan di masing-masing negara anggota ASEAN.

    Sumber :
    Kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup
    Modul Pelatihan Guru JPL dan SSFFMP "dari peduli ke Tindakan"

  • Clara and Armadillo

    Good Morning, kids!

    Sylvie : Good Morning Kids, How are you today?

    Kids : Good Morning Miss Sylvie, We're fine, Thank You, and you?

    Sylvie : I'm fine, so what is in your pocket kids?

    Kid 1 : I bring my coockies, Oreo.

    Kid 2 : hmmmm i tidak bring Oreo Miss, I bring my pencil and paper

    Kid 3 : Yo... Miss, i dont bring cookies, but i bring kacang miss, boleh tidak?

    Sylvie : Hmmmmm tentu saja

    Other Kids : Miss, what story today?

    Sylvie : Today we akan cerita tentang Clara and Armadillo

    Kids : Cerita apa itu Miss?

    Sylvie : I will tell you, please sit down and please lesson carrefully, ok?

    Kids : Yeeeeeeee. we love you so much, Miss.

    Sylvie : Thank you kids, lets start.

    And then They study English with the Clara and Armadillo Comic.

    Clara dan Armadillo adalah sebuah komik yang di download dari sebuah situs. mengisahkan persahabatan seekor Armadillo dengan seorang anak perempuan. pertemuan mereka terjadi saat Armadillo di kejar oleh orang dan hendak di bunuh. beruntung ia diselamatkan oleh Clara dan tetap bisa hidup dan mereka kemudian bersahabat.

    Dari pertemuan ini, kita bisa memahami bahwa binatang adalah ciptaan yang Maha Kuasa, kewajiban manusia adalah melindungi dan melestarikannya. Upaya melestarikan satwa bukan hanya kewajiban perorangan saja, tapi setiap manusia harus turut serta menjaga binatang dari kepunahan. Binatang yang dilindungi dikenal dengan sebutan satwa. Satwa-satwa memiliki keunikan tersendiri baik dalam hal tempat tinggal, makanan, cara hidup dan kebiasaan. Dari keanekaragaman hidup satwa kita mengetahui satwa apa saja yang aktif dimalam hari dan aktif disiang hari. Keanekaragaman jenis satwa berdasarkan keunikannya itu, mari kita pelajari dengan menyebut nama hewan apa saja yang aktiv di siang hari dan hewan apa saja yang aktiv di malam hari. Sebut nama hewan yang kamu ketahui itu dan coba lihat di kamus kita apa nama Inggrisnya.

    Rumah Baca Liana Indonesia

    Sylvie

    Story Teller

  • Rumah Baca Liana Indonesia

    Belajar Lingkungan dengan Riang

    1. Aku gemar Membaca : kegiatan ini, kegiatan membaca bersama, menyimak isi cerita, disampaikan dalam 2 bahasa, untuk meningkatkan kemampuan membaca dalam bahasa indonesi dan bahasa Inggris

    2. Berceritalah Padaku. Kegiatan membaca cerita, dalam bahasa inggris dan bahasa indonesia, dibacakan oleh seorang story teller.

    3. What and Who, kegiatan menggambar dan menebak, apa, siapa dan untuk apa aku ada, orientasi pada pengetahuan Keragaman hayati dan ekosistem.

    4. Watch me!, kegiatan menonton film, memperkenalkan pada anak tentang satwa, habitat, dan sebagainya. sumber film saat ini masih menggunakan film dari National Geografic yang banyak tersedia di Gramedia.

    5. How R U Today, weather? kegiatan out door, mengamati cuaca, kenapa terjadi perubahan cuaca, fungsi pohon, mengamati air, mengamati tempat buangan sampah rumah tangga,

    Metode belajar di rumah baca, selalu riang, tidak ada hari tanpa tawa dan tidak ada hari tanpa pengetahuan, meskipun hujan, kami tetap bisa belajar tentang pentingnya air bagi kehidupan, dan meskipun terik kami tetap bisa belajar betapa pentingnya cahaya matahari untuk membantu tanaman membuat makanan. Di pagi hari kami mengumandangkan suara suara Tuhan dengan mengaji, dan dikala senja kami pun tetap mengumandangkan suara-suara tuhan diantara lembayung senja. Ya... suara Tuhan yang selalu mengingatkan bahwa "janganlah engkau berbuat kerusakan di muka Bumi".

    Tuhan, ridhai apa yang kami lakukan hari ini, dan bimbing kami untuk menapak hari esok yang harus lebih baik dari hari ini, amin.

    Rumah Baca Liana Indonesia

    Story Teller

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.